Karyawan bahagia lebih produktif

Karyawan bahagia
Karyawan bahagia | Beeboys /Shutterstock
Ada berbagai faktor yang membuat karyawan lebih produktif di tempat kerja, salah satunya adalah kebahagiaan. Ya, semakin bahagia seseorang, lebih produktif juga mereka dalam bekerja. Tentunya ini menguntungkan bagi perusahaan.
Ahli perekonomian di University of Warwick melakukan penelitian terhadap 700 orang di Inggris. Hasilnya, ditemukan bahwa kebahagiaan menyebabkan lonjakan 12 persen dalam produktivitas. Sedangkan, pekerja tidak bahagia terbukti 10 persen kurang produktif.
Tak hanya produktif, karyawan bahagia pun mampu menyelesaikan tugas lebih akurat dan berdampak positif pada kinerja.
Di sisi lain, karyawan tidak bahagia cenderung memiliki tingkat kehadiran rendah, juga mengalami lebih banyak kelelahan dan stres.
Karyawan yang merasa bahagia selama bekerja cenderung melampaui harapan, mampu mencapai tujuan, dan berkinerja lebih tinggi daripada karyawan tidak bahagia.
Selain itu, karyawan bahagia juga dinilai lebih kreatif. Pasalnya, otak jauh lebih efisien dan kreatif ketika seseorang merasa positif.
Sebagai efeknya, karyawan bahagia lebih mampu berpikir out of the box . Sedangkan karyawan yang tidak senang dengan lingkungan kerja cenderung kurang berusaha di tempat kerja.
Dalam bekerja sama pun, karyawan bahagia lebih kolaboratif. Alasannya, karyawan bahagia merasa nyaman satu sama lain, ini berdampak pada kemauan berbagi ide dan pendapat. Memiliki karyawan yang terbuka dalam memberikan ide dan pendapat tentu menguntungkan bagi perusahaan.
Karyawan bahagia juga lebih setia pada perusahaan. Mereka lebih loyal dan memiliki keinginan untuk bertahan.
Ketika semangat kerja rendah, karyawan mulai mencari peluang di tempat lain. Seperti dilansir Gallup, karyawan bahagia lebih tangguh dan cenderung bertahan di perusahaan untuk jangka panjang.
Bahkan, karyawan bahagia juga berpotensi jadi pemimpin lebih baik, lebih efisien dan lebih memotivasi.
Menurut Alexander Kjerulf, kepala urusan kebahagiaan untuk Woohoo Inc., karyawan bahagia membuat keputusan lebih baik, andal dalam manajemen waktu, bekerja lebih baik dengan orang lain, dan memiliki sejumlah keterampilan kepemimpinan penting lain.
Penelitian lain mengamati perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune Top 100 Companies to Work dari 1998 hingga 2005 dan menemukan bahwa perusahaan-perusahaan dalam daftar itu melihat kenaikan harga saham 14 persen, dibandingkan dengan rata-rata enam persen untuk perusahaan secara keseluruhan.
Menurut peneliti, karyawan bahagia berarti perusahaan bisa mendapatkan lebih banyak uang dari bisnis.
Saat karyawan merasa bahagia, mereka cenderung berani mengambil risiko lebih besar dan mengambil peluang. Sebaliknya, karyawan tidak bahagia memilih bermain aman.
Karyawan bahagia juga membantu menciptakan lingkungan yang mendukung di tempat kerja. Mereka akan mendorong semua orang belajar dari kesalahan daripada takut berbuat salah.
Mempertahankan kebahagiaan karyawan bisa jadi tugas perusahaan agar tidak menghabiskan waktu dan uang yang signifikan untuk mencari pengganti yang mungkin juga akan pergi pada waktunya.
Perubahan apa yang bisa dilakukan perusahaan agar karyawannya bahagia?
Mulailah dengan memeriksa gaji karyawan. Bayarlah karyawan dengan adil. Kemudian, berikan umpan balik, positif dan negatif, serta saran membangun.
Beri penghargaan pada karyawan dengan promosi, motivasi karyawan, serta perlakukan karyawan dengan baik, adil, dan profesional.
Mencapai kebahagiaan tentu bukan semata-mata tugas perusahaan. Bagaimanapun keputusan untuk menjadi bahagia ada di tangan individu itu sendiri.
Agar lebih bahagia di tempat kerja, buatlah diri sendiri nyaman. Tengok lagi keterampilan dan minat Anda. Temukan sesuatu yang bisa Anda nikmati setiap hari.
Jika sudah berusaha namun tak juga menikmatinya, mungkin sudah saatnya mencari pekerjaan yang benar-benar bisa Anda nikmati.
wanita bahagia wanita bahagia(evgenyatamanenko) Penulis Sakina Rakhma Diah Setiawan | Editor Sakina Rakhma Diah Setiawan NEW YORK, KOMPAS.com - Di usia yang telah senja, yakni 95 tahun, Charlie Munger dikenal sebagai miliarder dan tangan kanan investor kawakan Warren Buffett, yang juga seorang miliarder. Munger adalah wakil pimpinan Berkshire Hathaway, perusahaan yang didirikan Buffett. Forbes mengestimasi kekayaan Munger mencapai 1,7 miliar dollar AS. Selain berkarier di Berkshire Hathaway, Munger juga merupakan pimpinan perusahaan media Daily Journal Corp dan dewan pimpinan peritel Costco. Dikutip dari CNBC, Jumat (22/2/2019), kehidupan Munger terbilang sukses dan usianya panjang pula. Dalam sebuah kesempatan, Munger pun diajukan pertanyaan mengenai refleksi kehidupannya. Baca juga: 8 Miliarder Ini Memilih untuk Tetap Hidup Sederhana... "Ada banyak pertanyaan hari ini, orang-orang mencoba mencari tahu rahasia kehidupan yang panjang dan bahagia. Rahasianya mudah dan sangat sederhana," jelas Munger. Nah, apa sebenarnya rahasia hidup bahagia versi Munger? "Anda tak memiliki banyak rasa iri hati, tidak punya banyak kebencian, tidak membelanjakan penghasilan secara berlebihan, dan tetap ceria meski ada masalah," sebut Munger. Selain itu, rahasia hidup bahagia lainnya menurut dia adalah Anda harus berhubungan dengan orang-orang yang andal. Tidak hanya itu, Anda juga mengerjakan hal yang harus Anda kerjakan. Baca juga: Kenapa China Bisa Menghasilkan Banyak Miliarder? Menurut Munger, kiat-kiat sederhana tersebut sangat manjur untuk membuat hidup Anda lebih baik. Di samping itu, kiat-kiat tersebut pun sangat biasa dan dapat dilakukan oleh siapa saja. "Tetap ceria adalah hal yang bijaksana dilakukan. Untuk melakukan itu, Anda harus membuang perasaan-perasaan negatif. Anda tidak bisa ceria ketika Anda tenggelam di dalam kebencian dan kemarahan," tutur Munger. Munger dibesarkan di Omaha, Nebraska, AS seperti Buffett. Sama seperti Buffett, awalnya Munger bekerja di toko kelontong milik kakek Buffett ketika belia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Miliarder Berusia 95 Tahun Bagikan Resep Hidup Bahagia", https://money.kompas.com/read/2019/02/22/091232426/miliarder-berusia-95-tahun-bagikan-resep-hidup-bahagia.
Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan
wanita bahagia wanita bahagia(evgenyatamanenko) Penulis Sakina Rakhma Diah Setiawan | Editor Sakina Rakhma Diah Setiawan NEW YORK, KOMPAS.com - Di usia yang telah senja, yakni 95 tahun, Charlie Munger dikenal sebagai miliarder dan tangan kanan investor kawakan Warren Buffett, yang juga seorang miliarder. Munger adalah wakil pimpinan Berkshire Hathaway, perusahaan yang didirikan Buffett. Forbes mengestimasi kekayaan Munger mencapai 1,7 miliar dollar AS. Selain berkarier di Berkshire Hathaway, Munger juga merupakan pimpinan perusahaan media Daily Journal Corp dan dewan pimpinan peritel Costco. Dikutip dari CNBC, Jumat (22/2/2019), kehidupan Munger terbilang sukses dan usianya panjang pula. Dalam sebuah kesempatan, Munger pun diajukan pertanyaan mengenai refleksi kehidupannya. Baca juga: 8 Miliarder Ini Memilih untuk Tetap Hidup Sederhana... "Ada banyak pertanyaan hari ini, orang-orang mencoba mencari tahu rahasia kehidupan yang panjang dan bahagia. Rahasianya mudah dan sangat sederhana," jelas Munger. Nah, apa sebenarnya rahasia hidup bahagia versi Munger? "Anda tak memiliki banyak rasa iri hati, tidak punya banyak kebencian, tidak membelanjakan penghasilan secara berlebihan, dan tetap ceria meski ada masalah," sebut Munger. Selain itu, rahasia hidup bahagia lainnya menurut dia adalah Anda harus berhubungan dengan orang-orang yang andal. Tidak hanya itu, Anda juga mengerjakan hal yang harus Anda kerjakan. Baca juga: Kenapa China Bisa Menghasilkan Banyak Miliarder? Menurut Munger, kiat-kiat sederhana tersebut sangat manjur untuk membuat hidup Anda lebih baik. Di samping itu, kiat-kiat tersebut pun sangat biasa dan dapat dilakukan oleh siapa saja. "Tetap ceria adalah hal yang bijaksana dilakukan. Untuk melakukan itu, Anda harus membuang perasaan-perasaan negatif. Anda tidak bisa ceria ketika Anda tenggelam di dalam kebencian dan kemarahan," tutur Munger. Munger dibesarkan di Omaha, Nebraska, AS seperti Buffett. Sama seperti Buffett, awalnya Munger bekerja di toko kelontong milik kakek Buffett ketika belia. Dap

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Miliarder Berusia 95 Tahun Bagikan Resep Hidup Bahagia", https://money.kompas.com/read/2019/02/22/091232426/miliarder-berusia-95-tahun-bagikan-resep-hidup-bahagia.
Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan

Comments